Penyakit Mata Episkleritis dan Aspeknya

Kali ini kami akan jelaskan berkaitan dengan Penyakit Mata Episkleritis dan Aspeknya. Episkleritis merupakan inflamasi lokal pada episklera yang bersifat idiopatik.

Penyakit Mata Episkleritis dan Aspeknya

Penyakit Mata Episkleritis dan Aspeknya

Berikut sekilas pembahasan mengenai episkleritis yang perlu diketahui :

Etiologi dan Faktor Resiko Penyakit Episkleritis

  • Penyebab pasti tidak diketahui (idiopatik)
  • Dikaitkan dengan penyakit gout, rosacea dan psoriasis, herpes zoster, sifilis, tuberkulosa, rheumatoid arthritis dan SLE.
  • Diduga merupakan suatu reaksi toksik, alergik atau merupakan bagian daripada infeksi, dan sering di hubungkan dengan faktor hormonal terutama pada perempuan.

Diagnosis Anamnesis

Pasien datang dengan keluhan mata merah, rasa tidak enak ringan pada mata, seperti rasa berpasir, rasa terbakar atau sensasi benda asing. Photophobia ringan dan lakrimasi bisa terjadi.

Pemeriksaan oftalmologi

  • Visus : visus biasanya normal
  • Gambaran klinis

Berdasarkan gambaran klinis penyakit Episkleritis dapat dibagi 2 yaitu :

  1. Diffuse episcleritis atau simple episcleritis, bila inflamasi episklera meliputi lebih dari satu kuadran.
  2. Nodular episcleritis, didapatkan nodul berwarna pink atau ungu dikelilingi oleh injeksio episklera disekitarnya, biasanya berada 2 – 3 mm dari limbus. Nodul ini berada di atas konjungtiva dan dapat bergerak bebas bila digerakkan. Bila nodul ini ditekan dengan kapas atau ditekan pada kelopak di atas nodul, akan memberikan rasa sakit, rasa sakit akan menjalar disekitar mata.
  • Perjalanan penyakit episkleritis berlangsung dari 10 hari hingga 3 minggu dan sembuh spontan tanpa pengobatan. Rekurensi sering terjadi.
  • Mata merah disebabkan oleh melebarnya pembuluh darah episklera yang letaknya dibawah konjungtiva, sehingga pada penetesan vasokonstriktor (contoh fenilefrin 2,5%) maka pembuluh darah tidak akan mengecil. Hal ini yang membedakan episkleritis dari konjungtivitis, dimana pada konjungtivitis, setelah penetesan vasokonstriktor, maka pembuluh darah akan mengecil.
Penatalaksanaan Penyakit Episkleritis
  1. Episkleritis biasanya sembuh spontan dalam 1 – 2 minggu, meskipun episkleritis nodular dapat menetap lebih lama.
  2. Bila didapatkan keluhan yang berat, dapat diberikan steroid tetes mata (diberikan tiap 2 – 3 jam) atau pemberian anti inflamasi non steroid / NSAID (Flurbiprofen 300 mg, 1 x sehari, indomethacin 25 mg 3 kali sehari).
  3. Kompres dingin pada palpebra (pasien menutup mata).

Diagnosis Banding Penyakit Episkleritis

  • Konjungtivitis : karena letaknya lebih superficial dari episklera, maka pada penetesan vasokonstriktor (fenilefrin 2,5%) maka injeksio konjungtivanya akan berkurang. Namun pada episklertis, setelah penetesan vasokonstriktor, injeksio episkleranya tidak berkurang.
  • Skleritis

Prognosis Penyakit Episkleritis

Pada umumnya episkleritis dapat sembuh sempurna namun sering berulang.

Demikian informasi terkait dengan Penyakit Mata Episkleritis dan Aspeknya, semoga postingan ini berguna buat kawan-kawan semua. Mohon postingan ini dishare biar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Add Comment