Klasifikasi Penyakit Konjungtivitis Alergi

Sekarang kami akan jelaskan mengenai Klasifikasi Penyakit Konjungtivitis Alergi. Klasifikasi dari konjungtivitis alergi yaitu :

  1. Keratokonjungtivitis vernal
  2. Keratokonjungtivitis atopi
  3. Konjungtivitis alergi akut (Seasonal / konjungtivitis Hay Fever)
  4. Giant Papillary Conjungtivitis (Konjungtivitis papiler raksasa)
Klasifikasi Penyakit Konjungtivitis Alergi

Patogenesis konjungtivitis alergi

Mekanisme dasar terbentuknya konjungtivitis alergi dimana konjungtivitis alergi termasuk reaksi hipersensitivitas tipe I. Alur reaksi sebagai berikut:

  • Ekspose allergen yang tersensitasi
  • Alergen melekat ke sel mast ditangkap oleh reseptor
  • Sel mast bereaksi terjadi degranulasi
  • Sel mast melepaskan histamine dan mediator lain
  • Reaksi alergi (gatal, merah, lakrimasi, secret mukoid, fotofobi)

Gambaran klinis konjungtivitis alergi

Gejala umum konjungtivitis alergi adalah merah, kadang disertai sakit, edem, gatal yang berulang, dan bisa menahun. Pada konjungtiva terdapat papil terutama pada konjungtivitis alergi menahun dan sering rekuren.

Klasifikasi Penyakit Konjungtivitis Alergi

Berikut ini sedikit penjelasan mengenai keempat kategori dari konjungtivitis alergi :

1. Keratokonjungtivitis Vernal

Terutama terdapat pada anak laki-laki, umur rata-rata 7 tahun dan cenderung berkurang setelah umur 10 tahun. Jika dibiarkan tanpa pengobatan akan menyebabkan sikatriks dan konjungtivalisasi kornea.

a. Gambaran klinis Keratokonjungtivitis Vernal :

Gatal yang hebat, berair (lakrimasi) seperti ada benda asing, sekret kental. Terdapat papilla pada konjungtiva tarsalis superior dan bentuk papil besar-besar menyerupai batu kali yang dikenal sebagai “cobble stone”. Papil besar ini berbentuk polygonal dengan atap rata, injeksio konjungtiva, pada daerah limbus atau prelimbus terdapat titik-titik keputihan terutama pada orang afrika yang disebut “Horner Trantas Dot”. Daerah limbus pigmentasi, kornea yang terlibat terdapat plak, dan ulserasi terutama pada bagian superior.

2. Keratokonjungtivitis Atopi

Terdapat pada orang dewasa yang bersifat kronis. Biasanya ada riwayat atopi seperti asma, ekseem.

a. Gambaran klinis Keratokonjungtivitis Atopi:

Gatal, lakrimasi, merasa seperti ada benda asing, sekret mukus berlangsung sepanjang tahun. Palpebra seperti eritema (merah), kering dan menebal. Pada konjungtiva terdapat papil. Pada kasus yang berat dan lama akan terjadi sikatriks konjungtiva. Papil pada keratokonjungtivitis atopi tampak lebih kecil, dapat ditemukan pada palpebra superior dan inferior. Karena perlangsungan yang lama, terjadi neovaskularisasi kornea pada limbus.

3. Konjungtivitis seasonal

Konjungtivitis alergi seasonal terdapat sepanjang tahun dan sering terjadi kekambuhan terutama pada musim gugur.

a. Gambaran klinis Konjungtivitis alergi akut (Seasonal / konjungtivitis Hay Fever) :

Konjungtivitis ini menyertai “Hay Fever” dengan gejala gatal, merah, berair, edema palpebra, kemosis berat, perlangsungan akut. Alergen berasal dari serbuk sari, rumput, bulu hewan. Jika sudah kronik dan menetap dapat timbul papil pada konjungtiva.

4. Giant papillary conjungtivitis

a. Gambaran klinis Giant Papillary Conjungtivitis (Konjungtivitis papiler raksasa) :

Gejala mirip konjungtivitis vernal. Dapat dijumpai pada pemakai lensa kontak, mata buatan (artificial eye) yang biasanya terbuat dari bahan plastik.

b. Terapi Giant Papillary Conjungtivitis (Konjungtivitis papiler raksasa) :

Terapi konjungtivitis alergi tergantung pada beratnya penyakit. Konjungtivitis seasonal yang akut diberikan topikal vasokonstriktor, anti histamin, atau steroid pada fase akut. Konjungtivitis vernal, dapat diberikan topikal anti histamin dan penstabil sel mast, vasokonstriktor, kompres dingin. Penggunaan steroid perlu follow up. Pemakaian lama steroid topikal atau sistemik dapat menyebabkan glaukoma dan katarak.

Demikian info tentang klasifikasi penyakit konjungtivitis alergi, semoga artikel ini berguna buat Anda. Mohon artikel ini dibagikan biar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Add Comment