Jenis Penyakit Mata Konjungtivitas Bakteri

Topik kita sekarang ialah jenis penyakit mata konjungtivitas bakteri. Berdasarkan perjalanan penyakit konjungtivitas terdapat 4 bentuk yaitu :

  1. Konjungtivitis bakteri hiperakut
  2. Konjungtivitis bakteri akut
  3. Konjungtivitis bakteri subakut
  4. Konjungtivitis bakteri kronik
Jenis Penyakit Mata Konjungtivitas Bakteri

Jenis Penyakit Mata Konjungtivitas Bakteri

Berikut penjelasan secara singkat dari keempat bentuk konjungtivitas karena bakteri :

1. Konjungtivitis bakteri hiperakut / Konjungtivitis purulent akut

a. Etiologi konjungtivitis bakteri hiperakut / konjungtivitis purulent akut / konjungtivitis gonore :

Neisseria gonokok, N. Meningokok, Hemophilus spesies, Streptokok, dan Coryne bacterium diphtheria.

b. Gambaran klinis konjungtivitis bakteri hiperakut / konjungtivitis purulent akut / konjungtivitis gonore :

Konjungtivitis purulent akut yang disebabkan oleh N. gonokok (konjungtivitis gonore) pada bayi baru lahir usia 1 – 3 hari, memerlukan perhatian serius. Terdapat konjungtivitis hiperakut bilateral, eksudat (sekret) serosanguinolen lalu menjadi purulent kental kekuningan. Edem palpebra yang berat, kemosis yang berat. Tanpa terapi dapat menyebabkan ulkus kornea, perforasi kornea bahkan dapat terjadi endoftalmitis. Konjungtivitis gonore pada bayi perlu didiagnosis diferensial dengan konjungtivitis purulent kausa klamidia.

c. Terapi konjungtivitis bakteri hiperakut / konjungtivitis purulent akut / konjungtivitis gonore pada bayi :

Irigasi konjungtiva dengan larutan salin tiap jam sampai sekret teratasi. Tetesi fluoroquinolone atau gentamisin. Dianjurkan injeksi ceftriaxone IM atau IV dengan dosis tunggal 25 – 50 mg/kgBB atau cefotaxim dosis tunggal 100 mg/kgBB pada kasus dimana terdapat kelainan lain selain konjungtivitisnya.

2. Konjungtivitis Bakteri Akut

a. Etiologi Konjungtivitis Bakteri Akut :

Stafilokokus Aureus, Stafilokok epidermidis, streptokokus pneumoni, Hemofilus influenza.

b. Gambaran klinis Konjungtivitis Bakteri Akut :

Injeksi konjungtiva yang hebat, mata merah (pink eye), sekret mukopurulen, merasa ada benda asing, edema palpebral dan saling melengket waktu bangun pagi, kadang ada lakrimasi, kemosis, membran dan perdarahan subkonjungtiva. Konjungtivitis bakteri sering terdapat dalam bentuk epidemi, konjungtivitis yang disebabkan oleh H. Influenza pada anak kadang-kadang disertai otitis media.

c. Terapi Konjungtivitis Bakteri Akut :

Terapi awal dengan antibiotik tetes mata atau salep mata seperti neomisin-polymixin, chloramfenikol, fluroquinolon / ciprofloxacin, levofloxacin, tobramisin, gentamisin. Apabila terapi awal yang diberikan tidak memberikan respon maka terapi diberikan sesuai dengan hasil pemeriksaan mikrobiologi.

3. Konjungtivitis Bakteri Subakut

a. Etiologi Konjungtivitis Bakteri Subakut :

H. Influenza, Escherechia Coli, Proteus Spesies.

b. Gambaran klinis Konjungtivitis Bakteri Subakut :

Eksudat tipis, lakrimasi

4. Konjungtivitis Bakteri Kronik

Ditemukan bersama-sama dakriosistitis kronik, disfungsi kelenjar meibom (DKM) dan blefaritis kronik.

Sekian informasi seputar jenis penyakit mata konjungtivitas bakteri, kami harap artikel kali ini berguna untuk sahabat semua. Tolong artikel ini diviralkan biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Add Comment