Gejala Klinis Penyakit Mata Konjungtivitas

Topik kita sekarang yaitu gejala klinis penyakit mata konjungtivitas. Konjungtivitis adalah peradangan pada konjungtiva yang ditandai dengan adanya pelebaran pembuluh darah, infiltrasi seluler dan eksudasi. Pelebaran pembuluh darah yang disebut injeksi konjungtiva menyebabkan konjungtiva menjadi hiperemis.

gejala klinis penyakit mata konjungtivitas

Gejala Klinis Penyakit Mata Konjungtivitas

Untuk evaluasi klinik konjungtivitis perlu diperhatikan :

  • Gejala dan tanda konjungtivitis
  • Eksudat / sekret
  • Reaksi konjungtiva
  • Membran / pseudomembran
  • Pembesaran kelenjar pre aurikuler

Hal-hal tersebut dapat menuntun kita untuk mengetahui diagnosis dan kemungkinan kausa suatu konjungtivitis. Anamnesa adalah Gejala yang paling sering merasa seperti ada benda asing, rasa terbakar, gatal, fotofobia, kadang-kadang juga merasa sakit.

Gambaran Klinis Umum

Gambaran klinis : hiperemia, lakrimasi, eksudasi, edem palpebral, edem konjungtiva bulbi (kemosis), folikel, membran, pseudomembran, papil hipertropi, pembesaran kelenjar pre aurikuler. Berikut ini penjelasannya :

a. Hiperemia

Hiperemia paling menonjol pada konjungtivitis akut disebut injeksi konjungtiva. Terdapat pelebaran pembuluh darah konjungtiva posterior, melebar mulai dari forniks ke arah limbus kornea makin mengecil. Injeksi konjungtiva ini yang menyebabkan mata merah pada konjungtivitis.

b. Lakrimasi

Lakrimasi adalah mata berair karena sensasi benda asing.

c. Eksudasi

Eksudasi (sekret) berasal dari epitel konjungtiva atau pembuluh darah dalam bentuk sisa-sisa epitel (debris epitel), musin dan air mata. Kadang-kadang jenis eksudasi ini dapat membantu ke arah penyebab konjungtivitis. Eksudat serous (air) terdapat pada konjungtivitis virus.

  • Eksudat mukoid : pada konjungtivitis alergi misalnya konjungtivitis vernal.
  • Mukopurulen : infeksi bakteri, klamidia.
  • Purulen : konjungtivitis akut karena gonokok.

d. Membran dan pseudomembran

Membran dan pseudomembran merupakan jenis eksudat yang kental pada permukaan epitel. Membran apabila diangkat / dilepaskan timbul perdarahan pada tempat melekatnya sedangkan pseudomembran lebih mudah diangkat tanpa ada perdarahan. Pseudomembran terdapat pada konjungtivitis virus, konjungtivits kausa streptokokkus sedangkan membran terdapat pada konjungtivitis difteri.

e. Folikel

Folikel terdapat dalam limfoid konjungtiva bentuknya bulat abu-abu atau putih. Terdapat pada konjungtivitis virus, klamidia.

f. Hipertrofi papil

Hipertrofi papil merupkan tonjolan konjungtiva mirip paku payung, eksudat mengumpul di antaranya. Terdapat pada konjungtivitis trachoma, kerato konjungtivitis vernal.

g. Kemosis

Kemosis adalah edema konjungtiva bulbi. Terdapat pada konjungtivitis gonokok, konjungtivitis adenoviral, konjungtivitis alergi akut.

h. Pembesaran kelenjar (adenopati)

Pembesaran kelenjar yaitu pre aurikuler terdapat pada kerato konjungtivitis epidemika, konjungtivitis hemoragik akut.

Sekian info tentang gejala klinis penyakit mata konjungtivitas, kami harap postingan kali ini bermanfaat buat Anda. Mohon postingan ini disebarluaskan supaya semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Add Comment