Diagnosis Penyakit Mata Pterigium

Di postingan ini kami akan ulas seputar Diagnosis Penyakit Mata Pterigium. Pterigium berasal dari bahasa Yunani, yaitu pteron yang artinya wing atau sayap. Pterigium adalah pertumbuhan jaringan fibrovaskular berbentuk segitiga yang tumbuh dari arah konjungtiva menuju kornea pada daerah interpalpebra.

Diagnosis Penyakit Mata Pterigium

Etiologi dan Faktor Risiko Penyakit Pterigium

Penyebab pterigium belum dapat dipahami secara jelas, diduga merupakan suatu fenomena iriatif akibat paparan sinar ultraviolet, pengeringan dan lingkungan dengan angin yang banyak. Pterigium banyak dijumpai di daerah yang banyak terkena sinar matahari, daerah yang berdebu, berpasir atau anginnya besar sehingga kemungkinan pencetusnya adalah rangsangan dari udara panas, juga bagi orang yang sering berkendara motor tanpa helm penutup atau kacamata pelindung, nelayan, dan petani.

Penyebab paling umum adalah paparan berlebihan dari sinar matahari yang menyebabkan mata terus menerus terkena sinar ultraviolet, sehingga konjungtiva akan menebal. Terdapat kecenderungan genetik terjadinya pterigium pada keluarga tertentu.

Selain itu, iritasi kronik atau inflamasi terjadi pada area limbus atau perifer kornea merupakan pendukung terjadinya keratitis kronik dan terjadinya limbal defisiensi, dan saat ini merupakan teori baru pathogenesis dari pterigium. Wong menunjukkan adanya “pterigium angiogenesis factor” dan menemukan bahwa dry eye serta virus papiloma sebagai penyebab pterigium.

Diagnosis Penyakit Mata Pterigium

Anamnesis

Pasien yang mengalami pterigium dapat tidak menunjukkan gejala apapun (asimptomatik). Kebanyakan gejala ditemukan saat pemeriksaan berupa iritasi mata, mata merah, perubahan tajam penglihatan, sensasi adanya benda asing dan fotofobia. Penurunan tajam penglihatan dapat timbul bila pterigium mengenai aksis visual atau menyebabkan astigmatisme.

Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang sederhana

Ditemukan selaput berbentuk segitiga yang muncul dari arah fissura intrapalpebral medial atau lateral ke arah kornea.

  • Stadium I : belum mencapai limbus
  • Stadium II : sudah melewati limbus dan belum mencapai pupil
  • Stadium III : sudah menutupi pupil
  • Stadium IV : sudah melewati pupil

Diagnosis klinis Pterigium

Penegakan diagnosis berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.

Penatalaksanaan Komprehensif Pterigium

Pada stadium 1 diberikan air mata buatan sedangkan pada stadium 2, stadium 3 dan stadium 4 dapat dirujuk untuk dilakukan operasi. Konseling dan Edukasi :

  • Melindungi mata dari sinar UV berlebihan dengan kacamata yang tepat;
  • Melindungi mata dalam keadaan kering, kondisi berdebu dengan kacamata yang tepat;

Prognosis Pterigium

Prognosis visual dan kosmetik dari eksisi pterigium adalah baik. Rekurensi dapat terjadi. Pasien dengan rekuren pterigium dapat dilakukan eksisi ulang dan graft dengan konjungtiva autograft atau transplantasi membrane amnion.

Pterigium dapat terjadi rekuren, dikatakan rekuren bila timbul kembali dalam 7 hari – 6 bulan post op. Insidensinya 30 – 50%. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi rekurensi adalah menunda operasi hingga decade 4, menggunakan sitostatika topical, menggunakan radiasi sinar β untuk tipe vaskuler, memilih metode operasi yang baik, dan mengurangi iritasi yang terjadi.

Demikian informasi perihal Diagnosis Penyakit Mata Pterigium, kami harap artikel kali ini berguna untuk sahabat semua. Tolong artikel ini disebarluaskan supaya semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Add Comment